Pelatihan Kader Ulama (PKU) MPU Banda Aceh 2013

ULAMABanda Aceh – Wakil Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE meminta para ulama sering-sering berbicara di media ketika ada muncul persoalan-persoalan keagaman yang mengemuka dimasyarakat. Hal ini disampaikannya saat membuka acara Pelatihan Kader Ulama (PKU) Kota Banda Aceh, Senin (16/9) di Aula Gedung Majelis Permusyarawatan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh.

Menurut Illiza, perhatian dan sikap dari para ulama terhadap persoalan umat yang sedang mengemuka sangat diperlukan sehingga masyarakat memiliki pandangan dan pedoman yang benar untuk menghadapi persoalan-persoalan tersebut dalam kehidupan mereka.

“ini penting, ketika merebaknya persoalan homoseksual seperti kemarin, ulama harus bersikap dan harus bicara di media supaya masyarakat tahu sikap ulama. Kalau perlu keluarkan fatwa” pinta Illza.

Menurutnya, ketika para ulama sering berbicara dan diliput oleh media, hal ini dapat memberikan dukungan dan memberikan pedoman kepada masyarakat dalam menghadapi persoalan-persoalan keagamaan tersebut.

“Pemerintah pun memiliki masukan dari sikap ulama tersebut, walau hanya baca atau nonton dari media” ujarnya lagi.

Terkait dengan pelatihan yang gagas MPU tersebut, Illiza menanggapi positif kegiatan ini. Menurutnya ulama juga perlu pengkaderan untuk melanjutkan tugas-tugas para ulama sebelumnya yang saat ini telah memasuki usia tua dan untuk menggantikan para ulama yang telah wafat. Kepada MPU, Illiza meminta program ini dipertahankan dan dilanjutkan setiap tahunnya.

Sementara itu, Ketua MPU Tgk H A Karim Syeikh MA mengatakan kegiatan pengkaderan ulama yang mengusung tema peningkatan kapasitas ulama kota Banda Aceh ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya serap, kompetensi keilmuwan dan wawasan keulamaan para peserta PKU.

“Kegiatan ini kita harapkan dapat melahirkan ulama-ulama muda yang memiliki kompetensi ilmu yang mendalam, wawasan keislaman yang luas serta memiliki integritas sehingga mereka nantinya benar-benar menjadi kader ulama yang berani menegakkan yang benar dan mencegah yang batil” harap Karim Syeikh.

Pelatihan ini berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 16 samapi dengan 18 September. Adapun peserta pelatihan berjumlah 45 orang yang berasal dari 9 kecamatan. Selama pelatihan, panitia menghadirkan ulama-ulama kondang Banda Aceh sebagai pemateri, diantaranya Tgk Samsul Bahri M Ag, Tgk Thamlica Hasan, Karim Syeikh MA dan Ramli Yusuf MA.

Turut hadir pada acara ini, Kadis Syariat Islam Mairul Hazami, Kandepag Kota Banda Aceh, Kabag Humas Drs Marwan dan sejumlah Kepala SKPD jajaran Pemko. (Mkk)

http://www.bandaacehkota.go.id/

Ditulis dalam Berita. Tag: , . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: