MUI Tolak Revisi PBM Kerukunan Umat Beragama

JAKARTA–MI: Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai revisi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri (PBM) No 8 dan 9 tahun 2006 tidak perlu dilakukan. Mereka menilai aturan ini paling moderat.

Ketua Bidang Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Amrullah Ahmad menyatakan bahwa PBM Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri merupakan peraturan yang sudah tepat untuk mengatur kerukunan umat beragama. Aturan tersebut mengakomodir suara masyarakat dalam menjalankan ibadah. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Berita. Tag: . Leave a Comment »

Zakat Pengurang Pajak, Kapan Berlaku?

SEKIRANYA ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) diperhatikan dengan saksama, maka akan kita ketahui bahwa kepada Aceh diberikan otonomi khusus, yaitu aturan dan kewenangan khusus (berbeda) yang diberikan kepada Aceh, dibandingkan dengan aturan yang diberikan kepada provinsi lain.

Sekiranya dirincikan, otonomi khusus ini paling kurang akan menjadi dua buah. Yang pertama kekhususan yang menjadi kewenangan Pemerintah Aceh (dan pemerintah kabupaten/kota) yang akan diatur dengan Qanun Aceh atau qanun kabupaten/kota. Kedua, kekhususan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat yang akan diatur dengan peraturan perundang-undangan tingkat nasional yang sesuai untuk itu. Di antara otonomi khusus tersebut adalah kedudukan dan pengelolaan zakat. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel. Tag: . Leave a Comment »

Di Antara Sunnah Wudhu

oleh : Ustadz Abu Muawiah

Dari Aisyah –radhiallahu anha- dia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam suka memulai dari sebelah kanan saat mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam seluruh urusan beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 168 dan Muslim no. 268)

Dari Abu Hurairah –radhiallahu anhu- dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ ْوُضُوءٍ

“Sekiranya aku tidak khawatir akan memberatkan umatku, sungguh akan aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali wudhu.” (HR. Ahmad dalam beberapa tempat dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Irwa` no. 70) Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam fiqh, hadits. Tag: . Leave a Comment »

Persiapan Pemberangkatan Calhaj Aceh Hampir Rampung

Banda Aceh – Berbagai persiapan untuk proses pemberangkatan jemaah calon haji (calhaj) asal Provinsi Aceh tahun ini saat ini sudah hampir selesai dilakukan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh.

“Semua persiapan baik administrasi, akomodasi dan lain sebagainya di embarkasi kita ini setelah berkoordinasi dengan semua pihak yang terlibat dalam kepanitiaan itu sudah oke. Semua sudah kita siapkan, tinggal melihat terakhir saja,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Drs H.A.Rahman TB, Lt kepada wartawan usai pelantikan PPIH, Rabu (22/9) di Asrama Haji Banda Aceh. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Berita. Tag: . Leave a Comment »

Puasa Enam Hari Syawal

Puasa enam hari di bulan syawal merupakan salah satu ibadah yang disunnahkan dalam syariat Islam, dimana dia merupakan pelengkap yang mengikuti puasa ramadhan. Dan puasa ini juga sebagai pembuktian apakah kita mendapatkan jenjang ketakwaan yang mejadi target dari puasa ramadhan ataukah tidak. Dimana di antara ciri wali-wali Allah -yang tidak lain adalah orang-orang yang bertakwa- adalah mengerjakan semua amalan yang sunnah setelah mengerjakan semua amalan yang wajib. Karenanya hendaknya seorang muslim mengamalkan puasa sunnah ini setelah dia mengamalkan puasa wajib ramadhan. Baca entri selengkapnya »

Keutamaan Mengasuh Anak Wanita

oleh : Ustadz  Abu Muawiyah

Aisyah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: Saya pernah dikunjungi oleh seorang wanita yang mempunyai dua orang anak perempuan. Kemudian wanita tersebut meminta makanan kepada saya. Sayangnya, pada saat itu, saya sedang tidak mempunyai makanan kecuali sebiji kurma yang langsung saya berikan kepadanya. Kemudian wanita itu menerimanya dengan senang hati dan membagikannya kepada dua orang anak perempuannya tanpa sedikitpun dia makan. Setelah itu, wanita tersebut bersama dua orang anak perempuannya pergi. Tak lama kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke dalam rumah. Lalu saya menceritakan kepada beliau tentang wanita dan kedua anak perempuannya itu. Mendengar cerita saya ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ ابْتُلِيَ مِنْ الْبَنَاتِ بِشَيْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنْ النَّارِ

“Barangsiapa yang diuji dengan memiliki anak-anak perempuan, lalu dia dapat mengasuh mereka dengan baik, maka anak perempuannya itu akan menjadi penghalangnya baginya dari api neraka kelak.” (HR. Al-Bukhari no. 1329 dan Muslim no. 2629)

Baca entri selengkapnya »

Apabila Hari Raya Bertepatan dengan Hari Jum’at

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan : Jika datang ‘Idul Fithri pada hari Jum’at apakah boleh bagiku untuk shalat ‘Id namun aku tidak shalat Jum’at, atau sebaliknya?

Jawab : Apabila Hari Raya bertepatan dengan hari Jum’at maka barangsiapa yang telah menunaikan shalat ‘id berjama’ah bersama imam gugur darinya kewajiban menghadiri shalat Jum’at, dan hukumnya bagi dia menjadi sunnah saja. Apabila dia tidak menghadiri shalat Jum’at maka tetap wajib atasnya shalat zhuhur. Ini berlaku bagi selain imam. Baca entri selengkapnya »

Anak Tanggung Jawab Ayah

oleh : Ustadz  Abu Muawiah

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kalian dan keluarga-keluarga kalian dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim: 6)

Para ulama menyatakan: ‘Diri-diri kalian,’ yakni: Anak-anak kalian, karena anak itu merupakan bagian dari diri ayahnya. Dan ‘keluarga-keluarga kalian,’ yakni: Istri-istri kalian. Baca entri selengkapnya »

Ahli Falak Saudi : 1 Syawal 1431 H Jatuh 10 September

Ahli Falak Saudi : 1 Syawal 1431 H Jatuh 10 SeptemberREPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH–Idul Fitri diprediksikan jatuh pada hari Jumat tanggal 10 September 2010. Sebab, hilal tenggelam pada tanggal 29 Ramadhan sebelum matahari terbenam. Posisi hilal akan berada tiga derajat di bawah ufuk ketika matahari terbenam sehingga tidak perlu menunggu penampakan hilal.

Demikian disampaikan oleh Hasan Bashira, Ketua Jurusan Ilmu Falak, Universitas Abdul Aziz, Jeddah sebagamana dikutip Alarabiya.net, Ahad (5/9). Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Berita. Tag: . Leave a Comment »