Keberangkatan JCH tak Bisa Dipercepat

BANDA ACEH – Pihak Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag)  Aceh menyatakan, keberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) berpedoman pada daftar urut kacang, sehingga tidak ada celah untuk mengurus agar bisa cepat berangkat.

Penegasan ini disampaikan oleh Kakanwil Kemenag Aceh, HA Rahman Tb Lt, dalam siaran pers yang ditandatangani oleh Kabag Humas Juniazi SAg. Dinyatakan, Kemenag tidak dapat mengurus percepatan keberangkatan haji seseorang, tanpa harus menunggu antrean panjang.

Menurut Juniazi, keberangkatan haji seseorang bergantung pada nomor porsi yang dimiliki pada saat mendaftar dan berlaku urut kacang. JCH yang mendaftar dengan setoran awal minimal Rp 25 juta rupiah akan mendapatkan nomor porsi (seat) secara nasional pada hari dan saat mendaftar yang langsung masuk dalam sistem komputerisasi haji. “Tidak benar Kementerian Agama dapat mengurus percepatan naik haji seseorang. Itu cuma isu. Masyarakat khususnya JCH, dimohon untuk tidak mudah terpengaruh dengan iming-iming dari orang atau pihak-pihak tertentu yang dapat mengurus percepatan keberangkatan naik haji,” ujar Juniazi.

Terkait dengan adanya anggapan dari beberapa kalangan bahwa mereka bisa mengurus untuk mempercepat keberangkatan haji, Juniazi menyatakan, hal itu tidak terlepas dari meningkatnya minat orang Aceh untuk melaksanakan ibadah haji.

Ia mengatakan, daftar tunggu (waiting list) JCH Aceh sampai Kamis (12/8) berjumlah 31.573 atau menunggu 9 tahun. Kemudian khusus jatah JCH yang berangkat tahun ini dan sudah melunasi BPIH sampai Kamis (12/8) berjumlah 3.231. “Sampai Kamis (12/8) dari 3.924 jatah Aceh, hanya tinggal 693 Aceh belum melunasi BPIH,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan batas waktu pelunasan yang hanya tinggal 12 hari lagi, Juniazi berharap kepada JCH Aceh yang sudah masuk dalam porsi keberangkatan tahun ini agar segera melunasi BPIH melalui Bank Penerima Setoran (BPS) haji.  “Estimasi nomor porsi paling besar yang berhak melunasi BPIH tahun ini adalah sampai dengan nomor 0100024500,” katanya.

Menurut Juniazi, bagi JCH yang telah melunasi BPIH agar selambat-lambat 4 (empat) hari kerja setelah pelunasan, segera mendaftar ulang ke Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai tempat tinggal dengan membawa bukti setoran pelunasan dari bank.

Sebagaimana diberitakan, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1431 H/2010 M untuk Embarkasi Aceh, sesuai Perpres 51 Tahun 2010 sebesar 3.147 US Dolar. Atau jika dikurs dengan Rupiah per hari Rabu, tanggal 11 Agustus 2010 adalah 1 USD sama dengan Rp.9.011- maka besaran BPIH yang dibayar adalah Rp.28.357.617. Sedangkan JCH Aceh akan diberangkatkan ke tanah suci mulai tanggal 14 Oktober 2010.(swa)

http://www.serambinews.com/news/view/37132/keberangkatan-jch-tak-bisa-dipercepat
Ditulis dalam Berita. Tag: , , . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: