Tarawih Perdana:Warga Padati Masjid

Wagub Imbau Umat Islam jangan Terpecah

BANDA ACEH – Suasana sepi menyelimuti Kota Banda Aceh pada malam pertama bulan Ramadhan 1431 Hijriah, Selasa (10/8) malam. Hampir seluruh toko yang berada di pusat kota berpenduduk sekitar 250 ribu jiwa ini terlihat tutup dan gelap. Sejak selepas Shalat Magrib warga berbondong-bondong menuju masjid-masjid untuk melaksanakan Shalat Isya dan Tarawih pada malam pertama.

Seperti terlihat di Masjid Raya Baiturrahman yang berada di pusat Kota Banda Aceh. Di masjid kebanggaan rakyat Aceh ini, jamaah Tarawih bahkan meluber hingga memenuhi setengah halaman yang luas totalnya mencapai sekitar empat hektare.

Sementara jalanan di seputaran masjid yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 H atau 1612 M (riwayat lain menyebutkan bahwa masjid ini didirikan pada zaman Sultan Alidin Mahmudsyah pada tahun 1292 M), penuh sesak dengan mobil milik jamaah. Sejumlah polisi lalulintas terlihat sibuk mengatur arus lalulintas, terutama setelah selesainya shalat Tarawih.

Tarawih perdana di Masjid Raya Bairurrahman tadi malam, diisi dengan ceramah yang disampaikan Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar SAg. Dalam ceramahnya, Wagub M Nazar menyerukan seluruh umat muslim di Aceh agar memanfaatkan momen bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, sehingga memberikan implikasi nyata bagi kehidupan di Aceh.

Wagub menyatakan, inti dari diwajibkannya puasa bagi umat muslim adalah pengendalian diri dan mengajarkan cara mengatur manajemen hidup. Pengendalian diri, kata Nazar, adalah hal paling utama yang harus dilakukan selama Ramadan.

“Karena itu, mari kita kaji kembali apakah selama satu bulan ke depan, sikap dan perbuatan kita telah memenuhi semua indikator-indikator yang telah ditentukan oleh Allah Swt. Ramadhan jangan hanya jadi sekadar simbol belaka, tapi bagaimana kita berjihad melawan hawa nafsu, agar bisa membawa dampak baik bagi kehidupan, pergaulan, dan pembangunan daerah,” ujar Wagub.

Selain itu, lanjut Nazar, puasa juga mengajarkan umat Islam untuk menumbuhkan dan menguatkan persaudaraan antarsesama muslim. Karena itu, Wagub berharap agar seluruh umat muslim di Aceh agar tidak sibuk mengurus persoalan-persoalan sepele atau sunat, sehingga lupa dengan hal-hal yang wajib. “Jangan sampai masjid menjadi berdarah-darah hanya karena mempertentangkan hal-hal yang bersifat sunat, sehingga membuat umat Islam terpecah belah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Nazar juga menyatakan Pemerintah Aceh mendukung sepenuhnya aliran Ahlussunnah wal Jamaah (dalam pengertian luas) yang dianut oleh masyarakat Aceh. Ia juga mengumumkan bahwa shalat Tarawih di Masjid Raya Baiturrahman adalah 20 rakaat. “Tapi bagi yang shalat 20 rakaat, mari kita berikan kesempatan sejenak bagi yang shalat delapan rakaat untuk shalat Witir, setelah itu kita lanjutkan kembali hingga selesai sampai 20 rakaat,” ujarnya.(nal)

http://www.serambinews.com/news/view/37018/warga-padati-masjid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: