Seruan Muspida Kota Banda Aceh:Tempat Hiburan Dilarang Buka Selama Ramadhan

BANDA ACEH – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh mengeluarkan seruan bersama yang isinya melarang tempat-tempat hiburan untuk beroperasi selama bulan Ramadan 1431 Hijriah. Kebijakan ini diambil agar tidak mengganggu kekusyukan ibadah umat Islam selama bulan suci tersebut. Seruan ini berlaku mulai Selasa (10/8) malam, hingga usai bulan Ramadan.

“Tempat-tempat hiburan seperti arena permainan biliar, play station, dan tempat hiburan lainnya, selama bulan puasa ini kita larang dibuka. Untuk usaha salon kita izinkan buka mulai pukul 9 pagi hingga jam 4 sore, setelah itu silahkan tutup,” kata Wali Kota Banda Aceh Ir Mawardy Nurdin MEngSc, dalam konferensi pers di Kantor Wali Kota, Senin (9/8) kemarin.

Mawady Nurdin didampingi Wakil Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, seruan bersama itu telah disusun dan ditandatangani bersama oleh unsur Muspida Banda Aceh, pada 22 Juli lalu. “Jika seruan ini tidak dipatuhi, maka pemerintah akan memberikan sanksi kepada para pengusaha tempat-tempat hiburan tersebut,” tegas Mawardy Nurdin.

Seruan bersama tersebut, tambanya, ditandatangani oleh Wali Kota Banda Aceh, Ketua DPRK, Dandim 0101 Aceh Besar, Kapolresta, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua MPU, Ketua Makamah Syar’iyah, dan Kadis Syariat Islam Kota Banda Aceh.

Sementara itu, Illiza menambahkan, pemerintah juga mengimbau dan meminta warga non muslim di Banda Aceh agar menghormati umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Ini dalam rangka pembinaan toleransi dan kerukunan hidur antar umat beragama di Kota Banda Aceh. Sedangkan kepada pemilik warung makanan dan minuman, sebut Illiza,  dilarang berjualan sebelum pukul 17.00 WIB. “Kita berharap tidak ada warung makanan dan minuman yang buka pada pagi hari, hingga waktu yang telah kita tetapkan. Ini demi kepentingan kita bersama,” kata Illiza.

Selain itu, Pemko Banda Aceh juga meminta kepada pihak keamanan dan penertiban, agar melakukan pengawasan dan penertiban terhadap pelanggaran syariat Islam dan memberi sanksi atau tindakan hukum, bagi yang melakukan pelanggaran. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar senantiasa memakmurkan masjid dan meunasah, terlebih lagi di bulan Ramadan ini. “Pengawasan dan penertiban selama Ramadan wajib dilakukan. Kepada masyarakat, kita berharap masjid dan meunasah jangan ramai saat Ramadan saja, tapi di bulan-bulan yang lain setiap hari juga haris dipenuhi untk beribadah,” pungkas Mawardy Nurdin.(c47)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: