Memutus Mata Rantai Misionaris di Aceh

Misionaris, pendangkalan dan pembelokan akidah, serta pemurtadan, menjadi rangkaian kata yang sangat populer di Aceh, khususnya di Aceh Barat, dalam sepekan terakhir. Semua itu berawal pada 19 Juli lalu, ketika tiga warga Amerika Serikat diamankan Imigrasi Meulaboh demi mencegah amuk massa, karena mereka diduga menyebarkan misi Kristen di Aceh Barat, bagian dari tanah Aceh yang bersyariat Islam. Baca entri selengkapnya »

Pemurtadan; Ironi, Dilema, dan Hikmah

oleh : Fuad Mardhatillah UY Tiba

KEKHAWATIRAN dan reaksi dari berbagai pihak atas kembali terjadinya aksi pemurtadan di negeri syariat, bukanlah sikap konstruktif yang bisa menyelesaikan masalah. Dulu pernah saya katakan, bahwa aksi pemurtadan adalah suatu aksi yang selalu bisa “muncul dan tenggelam.”

Untuk diingat, aksi pemurtadan itu bukanlah aksi yang sekadar berlatar kepentingan agama, tetapi lebih bernuansa politis, yang sewaktu-waktu dipandang perlu dilakukan. Namun, secara sayup-sayup ia akan segera tenggelam dan menghilang, setelah para tokoh, elite agamawan, dan umat muslim lainnya telah cukup dibuat heboh.

Dalam satu dekade terakhir, peristiwa dan isu pemurtadan ini sedikitnya telah dua kali terjadi, mencuat ke permukaan dan cukup menghebohkan. Peristiwa pertama, terjadi beberapa bulan pasca-pencabutan DOM, sekitar akhir 1998, ketika ditangkap seorang perempuan warga negara asing, di Langsa dan ditemukan beredarnya kitab Injil berbahasa Aceh. Tetapi, seiring berjalannya waktu, isu tersebut menghilang dari pembicaraan dan pemberitaan media. Sementara perempuan warga asing itupun juga tak pernah jelas siapa sesungguhnya dia. Baca entri selengkapnya »

Putuskan Mata Rantai Misionaris di Aceh

* MPU Aceh Selatan Pantau Kegiatan JRS

BLANGPIDIE – Pemerintah Aceh didesak segera mengambil langkah-langkah strategis untuk memutuskan mata rantai jaringan misionaris di Aceh, agar upaya pemurtadan dan pembelokan akidah seperti ditemukan di Aceh Barat, tidak menyebar ke kabupaten/kota lainnya di bumi Serambi Mekkah ini.

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Tgk Adi, kepada Serambi di Blangpidie, Sabtu (24/7) kemarin, terkait aktivitas kelompok misionaris di Kabupaten Aceh Barat, yang dilaporkan semakin memperluas jaringannya dan bermaksud menjadikan daerah tersebut sebagai pusat pengembangan agama nonmuslim di wilayah pantai barat selatan Aceh. Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.